visiting 2 photo _NPR1752_zpsb0c253a1.jpg

ANTRI 2013

Kunjungan Industri ke Tambang Ke PT Newmont Nusa Tenggara

 photo baksos_zpse7f3dd02.jpg

BAKSOS 2013

Bakti Sosial 2013 merupakan salah satu bentuk kepedulian Mahasiswa Pendidikan Kimia terhadap lingkungan sekitar

 photo ae79faaf-cc9b-465e-9a61-e429135ef65c_zpsc5f3f0b8.jpg

Chemistry Gathering

kegiatan kumpul-kumpul dan sharing dengan semua keluarga pendidikan kimia

 photo d2e108f9-0e5b-40e8-b789-ab8943a140e8_zpsdd18c343.jpg

CGTS 2013

Chemistry Goes To School yang diadakan pada tanggal 16 November 2013 diadakan di SMAN 6 Mataram.

Minggu, 13 Januari 2013

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI TERHADAP BAKTERI Staphylococcus epidermidis SEBAGAI LANGKAH PENCARIAN DEODORAN ALAMI


EFEKTIVITAS PENGGUNAAN EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI TERHADAP BAKTERI Staphylococcus epidermidis SEBAGAI LANGKAH PENCARIAN DEODORAN ALAMI
Hilman Qudratuddarsi1) Fariz Rifai1) Hendra Tukantari2) Ainul Khafid1)
1)      Pendidikan Kimia FKIP Universitas Mataram
2)      D-3 Kesehatan Hewan F. Peternakan Universitas Mataram

ABSTRAK
Penampilan lumrah diperhatikan karena penampilan bagian dari kebutuhan. Bau badan merupakan kendala ketika berinteraksi dengan orang lain bahkan dapat mempengaruhi keberhasilan seseorang. Bau badan diakibatkan oleh keringat yang bercampur dengan bakteri yang berperan dalam proses pembusukan. Bakteri Staphylococcus epidermidis merupakan salah satu bakteri yang menghasilkan asam isovalerik yang menyebabkan timbulnya bau badan yang tidak sedap. Untuk mengatasi bau badan orang menggunakan deodoran. Dengan perkembangan zaman deodoran tidak hanya mengandung pewangi dan anti bakteri namun mengandung anti perspirant atau penyerap keringat.
Deodoran saat ini banyak mengandung zat-zat kimia berbahaya seperti aluminium, paraben dan lainnya. Daun jambi biji mengandung beberapa senyawa aktif yang berfungsi sebagai anti bakteri yaitu tanin, flavonoid, saponin, minyak atsiri dan alkaloid. Untuk itu kami meneliti potensinya sebagai deodoran melalui uji aktivitas anti bakteri yang terinspirasi dari kebiasaan masyarakat desa Jorok kecamatan Utan Sumbawa yang menggunakan deodoran daun jambu biji. Dalam penelitian ini terdapat 2 metode yaitu ekstraksi dan uji aktivitas anti bakteri dengan 3 konsentrasi yaitu 50%, 75 % dan 100%. Setelah pengukuran diameter zona bening ekstrak daun jambu biji dan penentuan sensitivitas berdasarkan Mukherjee( 1988) dengan diameter diatas 12 mm dikategorikan sensitif maka hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak daun jambu biji pada setiap pelarut dan setiap konsentrasi sensitif dan ekstrak n-heksana dengan konsentrasi 100% memiliki sensitivitas tertinggi, pada etanol konsentrasi 75% dan aqudest 50%. Dengan kemampuan anti-bakterinya daun jambu biji berpotensi sebagai deodoran apalagi dengan adanya bau yang khas pada daun jambu biji itu sendiri. Hasil penelitian ini dapat kami sosialisasikan pada masyarakat pengguna di Sumbawa.
Kata kunci: daun jambu biji, Staphylococcus epidermidis, deodoran

Sabtu, 01 Desember 2012

Chemistry Education ( lirik lagu )



Berawal Dari Sebuah Mimpi
Kita Berkumpul Disini
Lalui Hari Demi Hari
Disini Di Chemistry

Bersama Kita Kan Melangkah
Raih Masa Depan Yang Cerah
Tuk Hari Esok Yang Indah
Teruslah Jangan Menyerah

Reff :

Disini Kita Kan Selalu Tertawa
Disini Kita Kan Selalu Bahagia
Satukan Harapan Dan Cita-Cita
Disini Di Chemistry Education

(L.gufran)

Pemanfaatan Limbah Kulit Jeruk Dan Campuran Tembakau Sebagai Alternatif Sumber Energi Masa Depan

Bioetanol adalah etanol yang dihasilkan dari fermentasi glukosa (gula) yang dilanjutkan dengan proses destilasi. Proses destilasi dapat menghasilkan etanol dengan kadar 95% volume, untuk digunakan sebagai bahan bakar (biofuel) perlu lebih dimurnikan lagi hingga mencapai 99% yang lazim disebut fuel grade ethanol (FGE). Proses pemurnian dengan prinsip dehidrasi umumnya dilakukan dengan metode Molecular Sieve, untuk memisahkan air dari senyawa etanol. Bahan baku bioetanol yang dapat digunakan antara lain ubi kayu, tebu, sagu dll.
Bioetanol dapat diolah dari berbagai jenis tanaman berpati dan berserat. Etanol yang diciptakan dari produk limbah jeruk dan campuran tembakau dengan cara menggunakan enzim yang berasal dari tembakau yang bisa menghancurkan kulit jeruk dan material lainnya menjadi bentuk gula. Produk gula yang dihasilkan kemudian difermentasi dan akhirnya jadilah etanol.Tembakau dipilih sebagai tanaman ideal untuk memproduksi enzim karena beberapa alasan Yaitu karena produksinya sangat berlimpah. Selain itu penggunaan tembakau sebagai bahan penghasil enzim bisa mengurangi produksi rokok dan jumlah perokok. Kulit jeruk dipilih sebagai bahan pembuatan etanol karena  dapat menyelesaikan sampah yang menggunung . sampah merupakan penyumbang emisi mengakibatkan sampah organik yang tertimbun mengalami dekomposisi secara anaerobik, dan proses itu menghasilkan gas CH4 (metana). Metana sendiri mempunyai kekuatan merusak hingga 20-30 kali lebih besar daripada CO2. Sampah menghasilkan gas metana (CH4) dengan komposisi rata-rata tiap satu ton sampah padat menghasilkan 50 kg gas metana. Sehingga dengan mengolah limbah kulit jeruk dapat mengurangi emisi gas buang.
Di Brazil yang merupakan produsen jus jeruk terbesar  di dunia, setengah buah jeruk tersisa sebagai limbah setelah jus dihasilkan. Itu berarti ada sekitar delapan juta ton kulit jeruk per tahun yang dapat digunakan untuk memproduksi bioetanol. Produktifitas rata-rata bioetanol 5.000 liter/ha per- tahun, konsumsi seluruh bensin sebesar 16 juta kilo per-tahun (tahun 2005) dapat diproduksi dengan budidaya bahan baku seluas 3,2 juta hektar saja (1,7% dari luas daratan Indonesia). Dengan menggunakan bioetanaol dapat mengurangi pemakaian bahan bakar fosil yang menghasilkan emisi gas buang yang lebih banyak. Sehingga bioetanol dapat menjadi sumber energi masa depan yang terbaharukan dan ramah lingkungan.

Departemen Pendidikan HMPS Pendidikan Kimia 2012/2013

Rabu, 21 November 2012

KEMERIAHAN PELAKSANAAN OMIPA 2012


Olimpiade Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam yang biasa disebut OMIPA merupakan agenda tahunan dari Kumpulan Himpunan Mahasiswa Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (HMPS Kimia, HMPS Biologi, HMPS Matematika, dan HMPS Fisika) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Mataram. Kegiatan ini berbentuk lomba untuk menguji kemampuan dan penguasaan siswa mengenai berbagai konsep dalam mata pelajaran bidang MIPA. Pada tahun ini HMPS Pendidikan Kimia dipilih sebagai tuan rumah penyelengara omipa 2012 Dengan lalu Endar Goenawan sebagai ketua panitia. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 18 november 2012 dengan mengusung tema SENYUM OMIPA UNTUK GENERASI MUDA NTB YANG CEMERLANG.
OMIPA tahun 2012 yang dilaksanakan di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan diikuti oleh 311 peserta dari 32 SMA sederajat se-Nusa Tenggara Barat. Kegiatan yang dibuka oleh dekan FKIP, Prof. Dr. Mahsun, M.S ini memiliki 2 agenda utama yaitu olimpiade yang ditujukan untuk siswa dan saresehan yang ditujukan untuk guru pembimbing. Pada saat olimpiade siswa-siswa akan mengerjakan soal-soal sebagai tahap awal seleksi. Seleksi kedua di ambil 10 peserta untuk kimia, 21 peserta untuk matematika, 20 peserta untuk fisika dan 20 peserta untuk biologi dengan materi ujian praktikum (kecuali matematika). Pada tahap kedua didapatkan 3 peserta terbaik yaitu :
1.    Kimia       : Juara 1 SMAN 1 Mataram, Juara 2 SMAN 1 Jonggat, Juara 3 SMAN 1 Selong
2.    Biologi     : Juara 1 SMAN 1 Selong , Juara 2 SMAN 1 Selong , Juara 3 SMAN 1 Mataram
3.    Matematika: Juara 1 SMAN 1 Selong , Juara 2 SMAN 1 Selong , Juara 3 SMAN 1 Mataram
4.    Fisika       : Juara 1 SMAN 1 Selong, Juara 2 SMAN 5 Mataram, Juara 3  SMAN 1 Aikmel
Untuk para juara berhak mendapat uang bimbingan, sertifikat, dan piala yang diserahkan langsung oleh masing-masing ketua HMPS. Dari akumulasi perolehan juara SMAN 1 Selong berhak menyandang Juara Umum OMIPA 2012 dan Dekan FKIP yang menyerahkan Piala Bergilir OMIPA 2012 sekaligus menutup acara OMIPA tahun 2012.

Minggu, 18 November 2012

PRESTASI MAHASISWA PENDIDIKAN KIMIA TAHUN 2012



Prestasi merupakan cerminan dari usaha yang selama ini kita kerjakan. Semakin keras usaha kita untuk mencapai suatu pretasi-prestasi tertentu semakin luas peluang untuk mendapat suatu prestasi tertentu. Pretasi bukan hanya ditentukan oleh kerja keras tapi didukung oleh beberapa hal yaitu memanfaatkan peluang. Mungkin kita sering menyia-nyiakan peluang untuk berprestasi karena kita merasa tidak bisa atau pesimis duluan. Padahal pengalaman saya terhadap orang yang mempunyai pretasi tinggi mereka mengaku kalau mereka hanya memanfaatkan sebaik-baiknya peluang yang ada bukan menyerah dengan kemampuan yang kita miliki itu kurang. Jadi kunci untuk memiliki prestasi yang baik yang diberikan oleh  beberapa kaka tingkat dan almumni pendidikan kimia yaitu keinginan yang kuat, optimistis, kerja keras, dan memanfaatkan peluang dan disertai juga dengan doa. Dibawah ini beberapa prestasi mahasiswa pendidikan kimia universitas mataram pada tanun 2012 :
1.    Juara 11 (mendali perunggu) Olimpiade Nasional MIPA Bidang Kimia 2012 (Ka Supriadi)
2.    Peringkat 3 Olimpiade Sains Nasional PTI Tingkat Provinsi Bidang Kimia 2012 , Mataram( Ka 
        Hultia )
3.    Peringkat 5 Olimpiade Sains Nasional PTI Tingkat Provinsi Bidang Kimia 2012, Mataram
        ( Zunnuraini )
4.    Peserta PKM Penelitian didanai tahun 2012 ( ka supriadi, ka umul )
5.    Finalis Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional Bidang PKM Penelitian 2012, Yogyakarta          
6.    Peserta Call For Paper 2012 di Univ. Budi Luhur, Jakarta ( Hilman )
7.    Dst ( dan selanjutnya tidak tahu ).hehe
Masih banyak lagi prestasi-prestasi yang diukir oleh temen-temen dan kaka-kaka kita tapi karena terlalu banyak jadi hanya beberapa yang saya publikasikan. Prestasi-prestasi ini membuktikan kalau mahasiswa pendidikan kimia universitas mataram dapat bersaing secara lokal maupun nasional. Jadi buat adik-adik tingkat jangan kecewa karena masuk unram.  Jadilah pengukir sejarah dengan prestasi kalian dengan membawa nama orang tua , almamater dan Indonesia. Semangat…..

Departemen Pendidikan HMPS Pendidikan Kimia, Universitas Mataram 2012